Pedoman Umun

 Bimbingan Perkuliahan


Mata Kuliah: Cerita Rakyat sebagai Media Pembelajaran Keterampilan Berbahasa


1. Orientasi Awal

Tujuan Kuliah: Mahasiswa memahami konsep cerita rakyat, keterampilan berbahasa, dan penerapannya dalam pembelajaran.

Kompetensi Akhir: Mahasiswa mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan cerita rakyat melalui praktik storytelling.

Kontrak Kuliah: Penjelasan RPS (Rencana Pembelajaran Semester), sistem penilaian, dan kewajiban mahasiswa.

2. Tahap Pemahaman Teori

Minggu 1–2: Pengantar folklor dan cerita rakyat (jenis, ciri, fungsi).

Minggu 3–4: Teori keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis).

Minggu 5: Hubungan cerita rakyat dengan pembelajaran bahasa dan literasi budaya.

Metode: kuliah interaktif, diskusi kelas, dan membaca literatur wajib.

3. Tahap Eksplorasi Lapangan

Minggu 6–7: Mahasiswa diberi bimbingan metodologi sederhana (observasi, wawancara, transkripsi).

Minggu 8–9: Mahasiswa turun ke lapangan untuk mengumpulkan cerita rakyat dari narasumber lokal.

Output: Catatan lapangan, rekaman suara, dan draft naskah cerita.

4. Tahap Analisis dan Penyusunan Naskah

Minggu 10–11: Bimbingan penyuntingan naskah (ejaan, struktur kalimat, catatan budaya).

Minggu 12: Presentasi awal hasil naskah di kelas. Mahasiswa mendapat umpan balik dari dosen dan teman.

5. Tahap Praktik Storytelling

Minggu 13–14: Latihan storytelling di kelas. Fokus pada ekspresi, intonasi, dan penguasaan isi.

Minggu 15: Ujian praktik storytelling. Mahasiswa menampilkan cerita rakyat pilihannya di depan audiens (kelas, dosen, atau publik). Penilaian menggunakan rubrik yang sudah disepakati.


6. Penutup dan Refleksi

Minggu 16: Refleksi bersama: pengalaman lapangan, tantangan, serta nilai budaya yang diperoleh.

Mahasiswa menyerahkan laporan akhir (berisi naskah cerita rakyat + analisis keterampilan berbahasa).

Penutup kuliah dengan kesimpulan bahwa cerita rakyat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pedagogis untuk menguatkan literasi dan identitas kebangsaan.

Sistem Penilaian


Kehadiran & Partisipasi Diskusi: 15%


Tugas Lapangan & Naskah Cerita: 25%


Presentasi Analisis: 20%


Ujian Praktik Storytelling: 30%


Laporan Akhir: 10%



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Indonesia Bahasa Dunia

PROSES REVITALISASI CERITA JADI PERTUNJUKAN STORY TELLING

STORY TELLING